Cuman Banci yang pasang Stop Loss!!

Ada lagi yang mengatakan Stop Loss bikin bangkrut, karena tersentuh lebih dahulu sebelum menyentuh TP. Yang lebih hebat lagi adalah ungkapan ‘Marginku adalah Stop Loss ku’. .

Trading is so Simple...

Tulisan ini saya tujukan terutama bagi para pemula atau siapapun anda yang berpikir bahwa trading itu begitu rumit. Apa yang membuat anda memiliki pemikiran seperti itu?

Trade the News

Dengan memahami bagaimana memanfaatkan hal ini, anda dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan profit.

Kenali Resiko Anda

Kadang kala, seseorang berkonsentrasi pada seberapa banyak yang akan dihasilkan, dan tidak terlalu percaya bahwa situasi dapat saja berubah menjadi loss. .

" Trading for Living " mampukah anda?

Dengan kata lain, anda "harus" menghasilkan cukup profit yang terkadang pada kenyataanya, profit yang dihasilkan tidak pernah cukup. Mengapa? .

Showing posts with label Mental dan Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Mental dan Psikologi. Show all posts

Wednesday, 21 May 2008

Trading Is So Simple

Tulisan ini saya tujukan terutama bagi para pemula atau siapapun anda yang berpikir bahwa trading itu begitu rumit. Apa yang membuat anda memiliki pemikiran seperti itu?
Barangkali selama ini anda telah mengenal banyak indicator, atau bahkan anda menggunakan sebuah system instant yang anda beli, yang menggunakan puluhan atau bahkan mungkin ratusan indicator sekaligus. Begitu system itu terpasang, maka serta merta chart menjadi sedemikian kotor, penuh dengan garis, titik, warna warni dan tulisan. Jujur saja, hanya dengan melihat chart yang demikian kotor, maka akan terbentuk asumsi dalam pikiran kita, bahwa trading itu begitu rumit.
Seringkali karena terlalu sibuk menantikan konfirmasi dari demikian banyak indicator terpasang, kita melupakan essensi dari trading, yaitu pergerakan harga. Sesungguhnya, kemana pun harga bergerak, baik itu naik maupun turun, harga akan mengejar satu titik atau level psikologis yang kita sebut dengan support dan resistant. Pada titik inilah aktivitas buy dan sell paling banyak terjadi, sehingga tarik menarik antara dua aktivitas ini membuat harga terus bergerak. Tugas simple seorang trader adalah untuk menemukan level level psikologis tersebut, dan keberanian untuk mengambil aksi baik itu buy atau sell, ketika harga menyentuh level itu.
Untuk menemukan level level psikologis, anda tidak perlu menggunakan puluhan indicator. Cukup berekspireman dengan yang simple, seperti trendline, Fibonacci dan moving average, guna menemukan mana yang paling pas dengan style trading anda. Berdasar pengalaman pribadi selama ini, menggabungkan 2 indikator , sudah cukup membantu untuk membuat keputusan yang tajam.
Yang tidak kalah penting adalah teruslah melatih instink dan berimprovisasi untuk menemukan style trading anda sendiri, tanpa bergantung pada system dari orang lain.
Saya bahkan berani memastikan, ketika style trading telah terbentuk, maka anda tidak akan merasa sayang untuk membuang puluhan, bahkan ratusan indicator koleksi anda. From now, build your account, make it solid and live from it !!
==============
Happy Tading
==============

Tuesday, 29 April 2008

Masihkah Anda Tamak ?

Dalam kesempatan kali ini, saya tidak akan banyak basa basi. To the point, saja, bahwa tamak itu sial. Anda tau mengapa? Karena tamak membuat anda mengingkari kenyataan.
Namun, yang paling parah dari kenyataan itu adalah, seringkali kita dibingungkan, apakah tindakan yang kita ambil sebenarnya tamak atau tidak.
Para trader selalu berurusan dengan "ketamakan" dalam setiap hari trading, seumur hidup mereka. Saya secara sederhana akan membalik "definisi" tamak yang selama ini diyakini para trader. Ketika kata "tamak" dihubungkan dalam konteks trading, secara konsensus kita setuju bahwa tamak itu identik dengan agresifitas dalam entry atau over trading, juga identik dengan mengabaikan resiko yang nyata dalam sebuah strategi trading. Namun, ada lagi yang kita lupakan, bahkan mungkin kita abaikan, bahwa tamak juga merupakan alasan mengapa trader tidak entry ketika mereka seharusnya entry.
Sebagai contoh, dalam sistem trading yang anda gunakan, pernahkan anda mendapat signal untuk entry, namun kali ini signal yang anda dapatkan terlihat kurang bagus, kemudian anda hanya duduk dan berpikir "aku ga akan entry kali ini, kayaknya kurang bagus deh". Padahal adalah sangat penting untuk entry apapun hasilnya, loss maupun profit. Seringkali kita tidak menyadari, bahwa pikiran seperti ini sebenarnya pikiran yang dipengaruhi oleh ketamakan. Saya pribadi, jujur saja, sering sekali mengalami hal ini.
Tamak tidak hanya tentang memperoleh profit lagi dan lagi. Mengapa kita tidak entry di saat sistem yang kita punya mengindikasikan signal untuk entry? Karena kita tidak ingin kehilangan uang barang sepeser pun. Padahal, kenyataannya tidak pernah sekalipun, secara konsisten seseorang selalu profit dalam setiap entrynya. Membuat sebuah keputusan entry hanya berdasarkan "perasaan" tanpa didukung oleh disiplin dan nalar yang sehat, biasanya karena perasaan tamak untuk tidak mau melihat entry kita loss.
Para trader harus berani mengambil resiko dalam bisnis ini, dan sama sekali tidak bisa menghindar. Bila anda mengambil resiko tersebut, ada baiknya resiko itu diambil dengan pertimbangan yang matang dan berdasarkan fakta bahwa resiko tersebut layak untuk diambil. Namun, "tamak" sering kali mempengaruhi kemampuan kita untuk mengambil resiko dalam tiap trading, dan karenanya, anda menjadi tersugesti akan mengalami loss terus-menerus dalam jangka panjang.
==============
Happy Trading
==============

Friday, 22 February 2008

Survive!! and you will win this game. . .

Setelah mengamati data statistik dan pola grafik selama 10 tahun ke belakang, belum pernah kami mendapati kondisi pasar begitu "gila" seperti beberapa bulan terakhir ini. Ada saat ketika satu atau dua sektor pasar begitu "gila" namun belum pernah hampir seluruh sektor mengalami sesuatu yang di luar kebiasaan seperti saat ini. Coba kita lihat beberapa data di bawah ini:

- Harga emas belum pernah setinggi ini.
- Harga tembaga belum pernah setinggi ini.
- Harga minyak mentah belum pernah setinggi ini
- Gandum, kedelai, dan beberapa komoditi lainnya belum pernah
setinggi ini
- Beberapa pair mata uang mengalami volatilitas yang belum pernah
kita lihat lagi sejak peristiwa 9/11 (7 tahun)
- S&P terlihat jatuh 22% dari titik puncaknya menuju low sejak
Oktober (4 bulan)
- Obligasi jangka panjang (30 tahun) terus mencoba menguji level
tertinggi sepanjang masa

Segalanya terlihat begitu "gila", yang berarti resiko juga meningkat tajam.

Begitu banyak sistem trading yang bertumbangan dengan cara yang belum pernah dialami , bahkan sejak pertama kali diciptakan. Saya sendiri jujur mengakui, dari 6 akun, 3 akun saya luluh lantak terkena Margin Call. Mungkin anda pernah mendengar tentang John Henry? orang yang bagi sebagian kita dianggap sebagai master (guru) hedge fund, menutup posisi 4 atau 5 currency funds nya tahun kemarin. Bahkan posisi yang masih di pertahankannya, menurun nilainya sebesar 30% pada 2007 lalu.

Trader-trader hancur saat berusaha mencari "top dan bottom", banyak pula yang gagal mencoba mendefinisikan pola wave, bahkan para market timers tersandung oleh whipsaw ketika keadaan market terlihat begitu gampangnya di prediksi.

Namun, ada berita baik untuk anda. Anda tidak perlu terjebak dalam kepanikan oleh kondisi tersebut diatas. Ketika keadaan mulai "menggila", panik hanya akan melanda bagi para trader yang tidak siap. Besarnya drawdown dan kepanikan hanya melanda bagi trader yang tidak secara benar mempersiapkan diri.

Jujur, saya belum pernah melihat keadaan segila ini pada saat yang bersamaan. Prinsip yang selama ini saya pegang pun, tidak dapat mencegah saya untuk membuka posisi, tidak juga mencegah saya mengalami drawdowns yang lumayan besar. Tidak ada yang dapat menghalangi saya untuk membuka posisi, ketika waktu untuk trading datang. Namun prinsip itulah yang menyelamatkan saya, apapun kondisinya.

Prinsip tersebut menjadi misi saya nomer 1 dalam trading, yakni, Bertahan Untuk Tetap Eksis.

Pertanyaan yang sering dilontarkan, baik oleh trader amatiran maupun profesional, adalah "Berapa banyak yang mampu saya hasilkan?". . . dan bagi saya ini adalah pertanyaan yang sangat penting. Namun, bagaimanapun, bila anda tidak bertahan untuk survive dalam keadaan "gila" seperti saat ini, seberapapun banyaknya yang telah anda hasilkan, saya yakin, "the game will be over".

Memprioritaskan "survive" sebagai tujuan utama, dapat membantu anda melakukan banyak hal sekaligus. Faktor tamak (greed) adalah satu dari sekian banyak hal yang dapat di hindari dengan berpegang pada prinsip ini. Hal ini membuat anda tetap sadar bahwa 95% trader berakhir dengan kegagalan, dan mungkin anda bisa menjadi salah satu dari 95% tersebut bila anda tidak mencoba "survive" mulai DARI SEKARANG.

Fokus dan mengutamakan "survive" juga membuat anda akan bertanya, dimana pertanyaan tersebut jarang di lontarkan oleh para trader, misalnya: apa yang akan terjadi, bila sebuah sistem gagal dan anda mengalami drawdowns super besar? apakah anda akan tamat? bila anda menjawab, ya, bisa di artikan anda meresikokan terlalu banyak. Sebaiknya anda menggunakan sistem yang memiliki resiko lebih kecil, atau, anda perlu membuka posisi dengan lot yang lebih kecil.

Pengalaman dengan banyak trader yang saya alami, termasuk saya sendiri, kegagalan paling utama yang menyebabkan seorang trader tumbang, adalah OVERTRADING. Mereka meresikokan terlalu banyak ketika memulai, tidak berpikir dulu bagaimana cara untuk "survive", malahan berpikir bagaimana saya akan "menghajar" habis semua profit yang mungkin di dapat. . .serta membayangkan sebuah liburan mewah yang sangat menyenangkan dengan hasil trading yang akan diperoleh.

Jangan salah sangka, memposisikan diri untuk mendapat return yang besar sebagai tujuan utama adalah baik, sangat baik bahkan. Namun, jangan sampai mengabaikan faktor resiko yang mungkin datang, kenali dan manage resiko, itu kuncinya.

Mulai dari sekarang, tanya diri anda sendiri, "apakah saya telah dengan baik mempersiapkan diri menghadapi kondisi "gila" yang di luar prediksi, dan tetap eksis?" bila jawabannya, tidak, anda perlu untuk menuliskan dengan baik di secarik kertas tentang apa yang saat ini anda kerjakan dalam trading, dan cobalah untuk mencari resiko yang timbul dalam keadaan terburuk yang mungkin saja terjadi.

============
Happy Trading!
============

Wednesday, 7 November 2007

Mampukah saya menjadi trader yang baik ?

Mampukah saya menjadi trader yang baik ?
Pertanyaan itu selalu yang ada dalam pikiran saya, karena sejauh ini masih ada saja kesalahan yang terjadi. Dari hasil pencarian tentang bagaimana menjadi trader yang baik, saya akan membaginya kepada anda.
  1. Sadarilah bahwa apapun yang terjadi selama proses trading, tanggung jawab sepenuhnya adalah di tangan anda sendiri. Anda tidak akan mampu menjadi trader baik yang sukses, jika masih terus mencari cari apa atau siapa yang dapat disalahkan. Lalu bagaimana caranya agar kita bisa belajar bertanggung jawab? Yaitu dengan menetapkan aturan trading anda sendiri dan menjalankannya dengan disiplin.
  2. Setiap trader sukses memiliki suatu system trading yang benar benar pas dengan style mereka, dan anda tidak bisa begitu saja mengambil system itu tanpa melihat apakah itu sesuai dengan style anda. Untuk menemukan system yang cocok, tidak bisa dilakukan dalam 1 atau 2 hari, sehingga anda harus sabar untuk mencoba dan menguji system yang akan anda gunakan.
  3. Rencanakan trading, dan bertradinglah sesuai rencana tersebut. Merencanakan trading tidak ubahnya merencanakan sebuah perjalanan. Anda harus siap dengan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi. Tidak diragukan lagi, untuk menjadi trader yang baik rencana trading harus selalu ada. Namun rencana trading itu tidak akan ada gunanya, jika tidak anda patuhi & jalankan dengan disiplin.
  4. Kerja keras dan terus belajar. Anda tentu tidak berpikir akan mampu melakukan sebuah operasi di rumah sakit, hanya dengan mengikuti beberapa seminar dan membaca buku buku kedokteran. Demikian juga untuk menjadi seorang trader yang baik dan sukses. Tidak cukup hanya dengan 1 atau 2 bulan menjalankan demo akun dan membaca beberapa buku. Anda perlu terus menerus belajar, mengamati dan menganalisa pergerakan harga yang berlangsung. Bagi sementara orang waktu 1 tahun mungkin cukup. Tapi belum tentu bagi anda. Saya sendiri menganggap trading adalah aktivitas belajar seumur hidup, selama saya masih menjadi seorang trader.
  5. Milikilah rasa percaya diri. Rasa percaya diri itu dapat terbentuk dengan terus menerus menjalankan system yang anda yakini dengan disiplin. Ketika rasa percaya diri itu hilang, saya yakin anda juga akan kehilangan keberanian untuk masuk market. Percaya diri dapat hilang ketika anda merasakan kekalahan. Kemampuan menerima kekalahan itulah yang dapat kembali membangkitkan rasa percaya diri.
So Now … Let your profits run. Cut your losses and Follow your rules !!
=================
Happy Trading !!!
=================

Friday, 31 August 2007

" Trading for Living " mampukah anda?

Saya ingat pernah berbicara dengan salah seorang klien, yang mengkhawatirkan tentang dua open position nya. Klien ini memang belum menderita loss pada posisi utama yang terbuka itu, bahkan telah membukukan profit sebesar hampir 150 pips pada posisi nya yang lain. Setelah berdiskusi, permasalahan mulai nampak. Sang klien menyatakan bahwa dia membutuhkan paling tidak keuntungan sebesar 30 juta rupiah setiap bulannya, dan kedua OP nya tersebut berpotensi untuk menggagalkan rencana profitnya tersebut.

Permasalahan pertama ialah, sang klien "harus" mendapatkan profit untuk bulan ini (dan untuk bulan-bulan selanjutnya). Jelas sekali, bahwa kondisi ini sangat berbahaya bagi anda yang ingin menjalankan apapun strategi trding yang anda punya.

Apa yang akan terjadi bila anda "harus" mebukukan profit dari trading setiap bulannya? Tekanan darah tinggi? meminum banyak kopi? kurang tidur? bahkan sakit kepala hingga serangan jantung?. Hal yang paling mengerikan adalah, meluap-luapnya emosi yang terjadi ketika kita memaksakan harus membukukan profit.

Sebelum kita lanjut, saya akan mencoba sedikit berbicara tentang "keharusan/kebutuhan". Bila anda sangat bergantung kepada hasil profit dari trading bulan ini untuk membayar segala tagihan-tagihan anda, dan ternyata profit tidak berhasil dihasilkan, maka segala tagihan anda tidak akan terbayar, ini dapat kita sebut sebagai keharusan/kebutuhan. Mungkin inilah yang sering orang sebut sebagai Trading for a living. Ketika kita bisa menghasilkan profit dari trading untuk memenuhi segala kebutuhan hidup kita. Pernah ada seorang klien yang datang kepada kami dan mengatakan, "saya ingin trading untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup saya". Biasanya kami hanya mengatakan, anda bisa saja menuju ke arah situ, jika akun trading anda tersusun dengan sempurna.

Jujur saja, saya sendiri pernah mengalami masa-masa tersebut dulu. Segala macam tagihan dapat terbayarkan, namun setelah hampir 2 tahun hidup dalam tekanan, saya bersumpah untuk tidak pernah lagi mau menempatkan hidup saya dalam keadaan seperti itu lagi. Kesalahan tersebut masih tetap membayangi dan membuat saya malu bahkan hingga sekarang.

Bila anda ingin menuju "trading for a living", hal yang PERLU dilakukan adalah meyakinkan kembali makna dari istilah tersebut. Segala macam tagihan anda harus bisa terbayarkan dari penghasilan anda di luar trading, dan anda bisa fokus untuk menyusun (membangun) akun trading anda menjadi solid. Setelah akun trading anda terbentuk dengan sempurna, anda bisa saja mempertimbangkan untuk membayar segala tagihan anda melalui profit yang anda hasilkan dalam trading. Dengan cara ini, ketika anda mengalami loss besar dalam sebulan bahkan dua bulan berturut-turut, anda tidak akan khawatir mencari-cari sumber keuangan yang lain untuk dapat menutup segala macam tagihan anda ( saya tidak perduli seberapa hebat anda, kemungkinan loss dalam 2 bulan berturut-turut bisa saja terjadi). Kami sangat menyarankan bahwa seseorang paling tidak memiliki minimal satu atau dua tahun untuk membangun akun trading sebelum menuju proses "Trade for a Living".

Bayangkan kembali, bila anda harus menghasilkan "sekian" profit dalam sebulan untuk menutupi segala macam tagihan. Insting untuk bertahan adalah alami, namun hal yang harus kita pikirkan adalah bagaimana cara untuk tetap bertahan. Dengan kata lain, anda "harus" menghasilkan cukup profit yang terkadang pada kenyataanya, profit yang dihasilkan tidak pernah cukup. Mengapa? karena "keharusan" tersebut membuat anda tidak dapat menerima kekalahan (loss), merubah strategi yang anda sendiri belum yakin, menterjemahkan arah pergerakan pasar dengan tidak rasional, yang pada akhirnya hanya akan menyebabkan anda gagal dalam mempersiapkan diri menghadapi situasi-situasi sulit...dan yang terburuk, mengalami loss, loss, dan loss lagi.

"Ironis nya anda mungkin saja berakhir dengan mengalami loss (lagi) dengan lebih cepat daripada semestinya, karena "keharusan" tersebut."

Kami dapat menyimpulkan, bila anda ingin menghasilkan profit dari aktifitas trading anda, buatlah diri anda berada dalam kondisi "tidak diharuskan", kemudian silahkan memulai trading anda kembali. Trading memang bertujuan untuk menghasilkan profit, namun mental dan psikologi adalah segalanya. Buatlah diri anda relax dan nyaman, sehingga tidak ada unsur mental dan psikis yang bermain dalam setiap strategi trading anda.

==========
@2007 Solo Trading Consultant
==========

Sunday, 12 August 2007

Melakukan Hal Yang Benar...

Melakukan eksekusi dengan tepat, dan mengatur disiplin emosional...

Ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa salah satu kesalahan dalam berinvestasi adalah keluar dari pasar pada saat yang sangat tidak tepat. Menarik uangnya ketika pasar sedang turun, dan membeli ketika pasar sedang pada titik tertinggi. Memaksakan diri untuk membuat kesempatan di saat kesempatan itu sendiri sebenarnya tidak ada, dan anda hanya akan mengalami kemungkinan terburuk yang sangat mungkin terjadi, yaitu ketika aksi profit taking berubah menjadi aksi cut loss. Mengikuti rencana trading, apapun situasi dan keadaanya, adalah hal yang membuat seorang trader menjadi suskes dan tetap meraup keuntungan terus menerus.

Ketika seorang trader memiliki sebuah sistem, ujian terbesarnya datang dari kemampuan dan kemauan untuk mengeksekusi sistem yang dimilikinya itu secara sempurna tanpa cacat. Memastikan sistem itu berjalan sempurna, dan tidak mengejar profit maximal, adalah hal yang membuat trader pemula menjadi trader yang hebat.
  1. Ada banyak alasan, mengapa para trader mengabaikan rencana trading nya sendiri: rencana trading terlihat tidak bagus, pasar menunjukkan indikasi untuk bergerak melawan arah dari rencana trading nya semula.
  2. Ketakutan bahwa akan terjadi kembali kerugian atau kekalahan. Mengalami banyak sekali kerugian sebelumnya akan membuat trader merasa tidak yakin akan trading plan nya sendiri, pada akhirnya hanya akan menimbulkan perasaan tidak nyaman yang sangat menyiksa.
  3. Keraguan akan seluruh bagian dari rencana trading nya. Setelah mengalami begitu banyaknya kekalahan hebat, trader mulai meragukan rencana trading yang telah dibuatnya sendiri.
Pengujian dan hasil trading dari rencana yang telah dibuat akan menunjukkan jumlah profit dan loss. Kebanyakan trader mengacuhkan hasil loss nya, dan hanya berfokus kepada jumlah profit beserta maximum profit yang dihasilkan dari pengujian. Kerugian atau kekalahan, bagaimanapun juga menjadi point penting dalam sebuah rencana trading, dimana hal ini akan menentukan berhasil tidaknya sebuah sistem untuk dapat berjalan dengan sempurna, sehingga tujuan total profit jangka panjang bisa tecapai. Periode kekalahan atau kerugian ini harus di pelajari dengan sangat hati-hati sehingga bisa diputuskan apakah mungkin bagi trader untuk bisa menanggung total jumlah dari kekalahan (consecutieve / period of losing) yang mungkin akan terjadi.
Dua hal inilah yang harus diperhatikan bagi para trader untuk mengetahui apakah dirinya memiliki cukup modal untuk menanggung maximal kerugian yang mungkin terjadi, atau apakah dirinya mempunyai mental yang cukup kuat untuk tetap duduk di depan grafik setelah mengalami kekalahan demi kekalahan.

Solo Trading Consultant, smart trading for brighter living...
==========
@ 2007 Solo Trading Consultant
==========