Cuman Banci yang pasang Stop Loss!!

Ada lagi yang mengatakan Stop Loss bikin bangkrut, karena tersentuh lebih dahulu sebelum menyentuh TP. Yang lebih hebat lagi adalah ungkapan ‘Marginku adalah Stop Loss ku’. .

Trading is so Simple...

Tulisan ini saya tujukan terutama bagi para pemula atau siapapun anda yang berpikir bahwa trading itu begitu rumit. Apa yang membuat anda memiliki pemikiran seperti itu?

Trade the News

Dengan memahami bagaimana memanfaatkan hal ini, anda dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan profit.

Kenali Resiko Anda

Kadang kala, seseorang berkonsentrasi pada seberapa banyak yang akan dihasilkan, dan tidak terlalu percaya bahwa situasi dapat saja berubah menjadi loss. .

" Trading for Living " mampukah anda?

Dengan kata lain, anda "harus" menghasilkan cukup profit yang terkadang pada kenyataanya, profit yang dihasilkan tidak pernah cukup. Mengapa? .

Showing posts with label Fundamental. Show all posts
Showing posts with label Fundamental. Show all posts

Tuesday, 5 July 2011

5 Faktor Teratas yang Paling Berpengaruh dalam Pasar Uang (Bagian 3 - Habis)

Melanjutkan posting kami sebelum nya, kali ini kami akan membahas 2 faktor terakhir dari 5 faktor teratas yang paling berpengaruh dalam pasar uang.

Investasi Asing

Para investor memiliki 2 hal kunci yang menjadi perhatian, yaitu potensial keuntungan dan keamanan dari modal nya. Ketika investor asing menemukan suatu negara yang memenuhi 2 hal kunci tersebut diatas, maka permintaan akan aset dalam satuan mata uang negara tersebut akan bertambah. Bank-bank Sentral sangat aktif dalam menangani mata uang asing, RRC dan Russia saja memiliki cadangan mata uang asing lebih dari 1 triliun dollar AS

Untuk mengelola resiko dalam masa ketidak-pastian, para investor cenderung mengamankan modal nya dalam bentuk mata uang dollar AS. Sebagai contoh, ketika terjadi reaksi tentang kekhawatiran atas hutang negara-negara Eropa. Pada tanggal 1 Maret 2010, ketika Yunani pertama kali memberikan sinyal kepada dunia tentang masalah kebangkrutan yang dihadapi Eropa, mata uang EURO jatuh terhadap dollar AS dari $1.363x ke level $1.230x hanya dalam rentang waktu 2 bulan. Euro akhirnya kembali pulih, setelah Uni Eropa mengambil tindakan untuk menstabilkan keuangan Yunani, dan pada 1 November 2010, EURO bahkan naik ke level $1.395x.
Euro kembali diuji kepercayaan dirinya, ketika Irlandia dan mungkin juga Portugal dan Spanyol memerlukan pendanaan darurat untuk menstabilkan ekonomi nya. Hal ini menyebabkan jatuh nya EURO beberapa sen terhadap Dollar AS dalam waktu kurang dari 4 minggu.

Dari contoh diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa sampai hari ini, ketika terjadi ketidak-pastian keadaan ekonomi sebuah negara, para investor asing lebih nyaman menjaga aset dan modal nya dalam bentuk Dollar AS.

Intervensi Bank Sentral (Pelonggaran Kuantitatif/ Quantitative Easing)

Bank Sentral bertindak sebagai otoritas moneter dalam suatu negara. Bank Sentral mengelola suku bunga, dan meng-intervensi pasar secara langsung sebagai sarana yang kuat untuk mengelola ekonomi.

Pelonggaran Kuantitatif atau Quantitative Easing (QE) misalnya, digunakan untuk meningkatkan pasokan mata uang dalam perekonomian. Hal ini melibatkan pembelian obligasi pemerintah dan aset lainnya dari lembaga keuangan atau sektor swasta, sehingga diharapkan mampu memberi likuiditas tambahan bagi dunia perbankan. Pelonggaran kuantitatif (QE) lazim digunakan sebagai langkah terakhir apabila langkah konvensional seperti pemangkasan suku bunga, gagal dalam menstabilkan perekonomian.

QE biasanya digunakan Bank Sentral untuk menstimulus atau merangsang perekonomian dengan membeli asset yang jangka waktu jatuh temponya lebih panjang dari obligasi pemerintah jangka pendek, selain itu QE juga digunakan sebagai alat untuk memastikan nilai inflasi tidak melenceng dari yang ditargetkan.

Strategi pelonggaran kuantitatif (QE) juga memiliki resiko, QE dilakukan dengan mencetak uang baru, bukan secara fisik, namun secara elektronis. Dengan adanya kondisi tersebut, maka kelebihan cadangan uang yang ada pada bank akan semakin meningkat, nilai dari aset yang akan dibeli tersebut pun ikut meningkat melampaui nilai yang seharusnya, sehingga pada akhirnya menyebabkan terjadinya devaluasi mata uang.

Demikianlah pembahasan kami tentang faktor yang paling berpengaruh dalam pasar uang, semoga dengan memahami faktor-faktor tersebut, kita jadi lebih bijaksana dan semakin jeli dalam mengembangkan portofolio kita.
From now on, Build Your Account, Make it Solid, and live from it. Happy Trading...!!!

Monday, 4 July 2011

5 Faktor Teratas yang Paling Berpengaruh dalam Pasar Uang (Bagian 2)

Sesuai janji kami beberapa waktu lalu, kali ini kami akan melanjutkan pembahasan mengenai 5 faktor teratas yang paling berpengaruh dalam pasar uang.

Neraca Perdagangan

"Neraca perdagangan suatu negara dikatakan positif apabila nilai ekspor nya lebih besar dari nilai impor, dan begitu pula sebaliknya."
 
Setiap transaksi yang berskala internasional membutuhkan pertukaran mata uang, ketika sebuah negara menjual atau mengekspor produk nya ke negara lain, maka negara yang membeli produk tersebut harus mengkonversikan mata uang nya ke mata uang negara pengekspor tadi. Oleh sebab itu, semakin banyak yang di ekspor oleh sebuah negara, maka semakin besar pula permintaan akan mata uang negara tersebut. 

Namun, ketika negara pengekspor tersebut kemudian mengimpor barang dari negara lain, negara pengekspor itu tadi juga harus mengkonversikan mata uangnya ke mata uang negara tempat barang berasal. Hal ini secara efektif meningkatkan pasokan mata uang negara pengekspor tersebut di pasar uang. Secara umum, hal yang biasa dan sering terjadi, jika suatu negara mengalami surplus dalam neraca perdagangannya (ekspor lebih besar dari impor), maka permintaan akan mata uang negara tersebut pun akan ikut positif.

Spekulasi Pasar Uang

Para investor yang ingin mendiversifikasikan portofolionya diluar dari aset tradisional seperti ekuitas dan investasi tetap, dapat menginvestasikan uangnya langsung di pasar uang. Ada sekitar 4 Triliun US$ yang berputar dalam sehari, dan 1.5 triliun nya berputar didalam pasar uang (forex). Hal ini tentu jauh lebih besar jumlah nya dibandingkan dengan gabungan antara ekuitas dan investasi tetap.

Meskipun pasar uang memiliki likuiditas yang luar biasa, menurut sejarah, hanya perusahaan investasi besar dan perorangan yang memiliki modal kuat yang dapat bermain di pasar OTC ini. Namun, seiring dengan waktu, internet dan online forex dealer telah menciptakan peluang bagi siapapun untuk menjadi investor yang mandiri dengan skala yang lebih kecil.

Diterima nya pertukaran mata uang, atau forex sebagai asset yang dapat diinvestasikan, telah meningkatkan permintaan akan sejumlah mata uang suatu negara yang dianggap memiliki masa depan yang baik. Trader jangka panjang atau long time trader menggunakan strategi "buy n hold", carry trade, bahkan hedging untuk mengincar nilai yang potensial di masa depan. Trader harian (intra-day trader, scalpers), biasanya menahan posisi untuk beberapa jam atau menit, mencoba untuk mencari keuntungan dari fluktuasi pasar yang sangat volatil. Banyaknya pihak baik perseorangan maupun lembaga keuangan yang bermain di pasar uang ini, secara tidak langsung maupun langsung, spekualasi mereka turut serta dalam menggerakkan nilai sebuah mata uang.

Sama seperti investasi lainnya, perdagangan mata uang (forex) tidak lepas dari faktor resiko. Anda dapat secara potensial mengurangi resiko anda dengan menguji sistem dan strategi anda di akun demo, mendidik diri anda tentang keadaan pasar uang global juga dinilai mampu mengurangi resiko. Seberapapun kerasnya usaha anda, anda tidak akan pernah mampu untuk menghilangkan faktor resiko yang datang seluruhnya.

Nantikan pembahasan kami akan 2 faktor lainnya di tulisan yang akan datang.

bagian 1, bagian 3

O-T-C (Over The Counter) Market: A decentralized market of securities not listed on an exchange where market participants trade over the telephone, facsimile or electronic network instead of a physical trading floor. There is no central exchange or meeting place for this market.Indonesia: transaksi dalam pasar sekuritas dimana transaksi tersebut dilakukan melalui telepon, fax, atau jaringan internet, tidak melalui lantai bursa.
 
From now on, Build Your Account, Make it Solid, and live from it. Happy Trading...!!!

Sunday, 26 June 2011

5 Faktor Teratas yang Paling Berpengaruh dalam Pasar Uang (Bagian 1)


Tidak peduli apakah anda seorang yang aktif dalam perdagangan mata uang di bursa, ato anda cuman merencanakan untuk berlibur di negara lain, mengetahui dinamika pergerakan mata uang adalah sebuah keuntungan tersendiri bagi anda. Mengapa?
"Mata uang adalah sebuah media pertukaran yang bersifat global"

Setiap anda yang menggunakan uang secara langsung dan tidak langsung telah menyumbang andil dalam pergerakan mata uang tersebut. Mata uang dapat diibaratkan sebagai komoditas yang nilai nya pun dapat naik dan turun sesuai hukum permintaan dan penawaran. Perubahan nilai mata uang dapat dilihat dari nilai tukar antara dua mata uang yang berbeda. Ketika yang satu nilai nya menurun, secara otomatis, nilai mata uang yang lain akan naik. Berikut ini adalah 5 (lima) faktor yang paling berpengaruh dalam menggerakkan mata uang suatu negara.

Bunga dan Nilai Inflasi

Sebuah mata uang kami ibaratkan sebagai komoditas, dan tingkat suku bunga merupakan harga atau nilai dari komoditas tersebut. Hal ini membuat tingkat suku bunga menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap perubahan nilai tukar mata uang, dan karena itu pula lah, tingkat suku bunga menjadi senjata andalan bagi banyak bank sentral.

Bank Sentral menentukan acuan tingkat suku bunga, yang mana hal tersebut merupakan "cost" atau biaya tersendiri bagi lembaga keuangan dan bank umum untuk meminjam uang. Setiap perubahan acuan suku bunga, akan menyebabkan berubah nya suku bunga retail (bunga yang dipakai oleh bank umum/lembaga keuangan untuk menjual produknya)

Apabila tingkat inflasi terlalu tinggi, dan disaat yang bersamaan bank sentral ingin memperlambat laju pertumbuhan, biasanya bank sentral akan menaikkan tingkat suku bunga acuan, yang mengakibatkan semakin tingginya "cost" yang harus ditanggung oleh bank umum dan lembaga keuangan lainnya. Hal ini, secara otomatis akan dibebankan kepada para konsumen (investor, pengusaha, masyarakat) sehingga bagi konsumen, tentu saja hal ini akan membuat mereka berpikir kembali untuk membelanjakan uang nya.

Sesuai dengan hukum ekonomi, apabila penawaran tidak sebanding dengan permintaan, maka harga pun akan kembali turun, dengan kata lain, inflasi akan berangsur angsur dapat ditekan. Demikian pula sebaliknya, bila bank sentral ingin menaikkan pertumbuhan ekonomi, maka opsi menurunkan suku bunga acuan adalah opsi yang baik. Turunnya tingkat suku bunga acuan akan membuat modal lebih terjangkau, dan dengan terjangkau nya modal, maka hal ini dapat mendorong naiknya pengeluaran sehingga berdampak pula pada naik nya pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, tingginya tingkat suku bunga dapat menarik perhatian para investor yang mencari tingkat "ROI"* yang lebih baik. Sebagai sebuah instrumen investasi, tentu saja mata uang dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi akan menjadi lebih menarik, sehingga secara langsung maupun tidak langsung, pada akhirnya akan meningkatkan permintaan akan mata uang tersebut.

Pada tulisan yang akan datang, kami akan mengulas tentang 4 (empat) faktor lainnya, yang juga berpengaruh dalam pasar uang.

 *ROI (singkatan bahasa Inggris: return on investment) atau ROR (singkatan bahasa Inggris: rate of return) – dalam bahasa Indonesia disebut laba atas investasi – adalah rasio uang yang diperoleh atau hilang pada suatu investasi, relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan. Jumlah uang yang diperoleh atau hilang tersebut dapat disebut bunga atau laba/rugi. Investasi uang dapat dirujuk sebagai aset, modal, pokok, basis biaya investasi. ROI biasanya dinyatakan dalam bentuk persentase dan bukan dalam nilai desimal.

*sumber gambar: pesatnews.com

bagian 2, bagian 3 

From now on, build your account, make it solid, and live from it... Happy Trading…!!!

Saturday, 14 May 2011

Memanfaatkan "News" dalam "Forex Trading"

Forex News Trading atau Fundamental News Trading adalah kunci dari pergerakan harga yang terjadi dalam pasar uang. Pasar uang itu sendiri dikendalikan oleh news atau berita yang memiliki dampak besar. Dengan memahami bagaimana memanfaatkan hal ini, anda dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan profit, dan menghindari sedapat mungkin kesalahan yang cukup mahal harga nya. Banyak dari trader pemula yang kapok dan berhenti memanfaatkan "news" harian setelah mereka mengalami loss yang sangat besar dalam hitungan detik, padahal, sebelum nya mereka mendapatkan return/profit yg sempurna. Kondisi yg tentu saja berbeda, ketika kita melihat trader berpengalaman terus menerus mendapatkan profit secara konsisten, persis seperti sebuah jam bekerja (seperti yang kita ketahui, hampir semua high impact news/news berdampak besar di rilis pada saat yang sama tiap bulan nya, layak nya jam yang berdetak secara konsisten)


Secara singkat, Forex News Trading pada dasarnya mengambil keuntungan dari volatilitas pasar (market), namun hal ini tentu saja tidak pernah lepas dari unsur kejutan. Hampir setiap high impact news yang di rilis dibarengi dengan ramalan/prediksi, yang biasanya angka-angka prediksi tersebut di rangkum dari survey para ekonom, yang dilakukan oleh portal berita ekonomi seperti Reuters atau Bloomberg. Apa yang di harapkan pasar, dan seberapa besar harapan tersebut, diwakili oleh angka-angka prediksi ini, namun terkadang prediksi tersebut tidak sejalan dengan respon pasar yg terjadi setelah news dirilis (actual release), dan inilah yang kami maksud dengan unsur kejutan. Unsur kejutan ini yang terkadang dapat di manfaatkan oleh para spekulan-spekulan untuk memasang harga berlawanan arah dengan ekspektasi pasar.


Faktor Kejutan, Deviasi.

Bagaimana agar kita sukses mengumpulkan poin demi poin dari aktifitas "news trade"? Seorang Trader harus fokus dan berkonsentrasi hanya pada news berdampak besar (high impact news) yang memiliki kemungkinan besar untuk:

Menggerakkan Pasar: karena terdapat banyak sekali, bahkan ratusan "news event" yang dijadwalkan untuk dirilis dalam 1 bulan kalender, adalah penting untuk trade hanya pada "news" yang berdampak besar yang sekira nya dapat mendikte arah pergerakan harga. Jangan buang waktu anda untuk trade pada semua "news event", karena news-news tersebut belum tentu dapat mengarahkan pergerakan harga. Pasar Uang juga terkadang didorong oleh sebuah sentimen, itulah sebab nya kadangkala news yang dirilis tidak cukup kuat efek nya untuk melawan trend besar.

Reaksi Pasar yang dapat diprediksi: Berdasarkan dari histori chart, high impact news secara umum akan bergerak dengan range tertentu apabila ada "unsur kejutan" yang berbeda dari angka forecast (consensus number) dan "actual release" dengan penyimpangan (deviasi) tertentu. Sebagai contoh, jika UK Retail Sales consensus number berada pada 0.5%, dan kita mencari penyimpangan (deviasi) sebesar 0.6%, maka kita akan entry LONG untuk GBP/USD bila actual release nya sebesar 1.1% dan SHORT bila actual release sebesar -0.1%.

Oleh karena itu, sebagai seorang Trader yang menggunakan analisa Fundamental, kita harus selalu memilih news, dan deviasi yang tepat untuk mendapatkan jumlah pips yang tepat pula.
Bagaimana dengan Trader pemula, apa yang harus kita lakukan selanjutnya?
  1. Cari dan Lihat jadwal kalender ekonomis, seperti Forexfactory
  2. Dapatkan layanan kawat berita, seperti yg terdapat di Forexfactory, anda harus me-refresh page tersebut ketika waktu berita dirilis.
  3. Bersiaplah di depan laptop/PC anda setidak nya 30 menit sebelum high impact news dirilis, perhatikan reaksi pasar yang terjadi.
  4. Catatlah setiap reaksi yang terjadi, misal berapa poin harga bergerak ketika terjadi perbedaan antara ramalan (forecast) dan actual release)Ulangi langkah tersebut hingga anda mengumpulkan data setidak nya 1-2 tahun.

 
Fundamental News adalah hal utama sebagai penggerak pasar uang, serangkaian berita fundamental dengan arah yang sama seperti US Job Report, US Housing report, US economy report, dan sebagainya, apabila memiliki data release yang bagus, biasanya cenderung untuk membuat mata uang US$ membentuk rally trend jangka panjang. Dengan memahami even-even berita seperti ini, seorang trader sejatinya dapat dengan mudah menambah 20-50 point profit ke dalam akun trading nya.



From now on, build your account, make it solid, and live from it... Happy Trading…!!!

Monday, 18 February 2008

The US sub-prime mortgage crisis

Krisis sub-prime mortgage di Amerika telah membawa kehancuran harga property, menciptakan perlambatan ekonomi di Amerika, bahkan dunia, dan kerugian yang sangat besar pada industry perbankan.
Semua krisis itu berawal dari perubahan fundamental pada sistem pemberian kredit. Kredit subprimer atau dalam istilah asing disebut subprime lending, ataupun sering juga disebut B-Paper (surat utang peringkat "B") , adalah suatu istilah yang digunakan pada praktek pemberian kredit kepada peminjam yang tidak memenuhi persyaratan kredit untuk diberikan pinjaman berdasarkan suku bunga pasar, karena debitur tersebut memiliki "catatan kredit" yang kurang baik. Kredit subprimer ini sangat beresiko baik bagi pemberi pinjaman (kreditur) maupun bagi peminjam (debitur) oleh karena kombinasi antara tingginya suku bunga yang dikenakan, catatan kredit yang buruk, dan kerap kali dalam permohonan kredit ditemui pula situasi keuangan debitur yang kurang baik.
Sedangkan Subprime mortgages atau Kredit pemilikan rumah (KPR) subprimer, adalah kredit subprimer dengan jaminan berupa hak tanggungan . Sebagaimana pada umumnya kredit subprimer, maka kredit subprimer jenis ini adalah ditentukan berdasarkan jenis nasabah. Menurut John Lonski, kepala ekonomi pada Moody's In­vestors Service, walaupun tidak semua KPR masuk dalam kategori ini, sekitar 21% dari seluruh kredit pada rentang tahun 2004 dan 2006 adalah merupakan pinjaman KPR subprimer naik 9% dibandingkan periode 1996 hingga 2004. Keseluruhan KPR subprimer bernilai 600 Milyar USD pada tahun 2006, atau senilai 1/5 dari pasar KPR Amerika.
Diawali pada akhir tahun 2006, industri KPR subprimer di Amerika memasuki suatu masa yang disebut "masa kehancuran KPR subprimer". Tingginya angka penyitaan jaminan KPR subprimer ini telah menyebabkan lebih dari 24 perusahaan pemberi pinjaman KPR subprimer mengalami pailit, salah satunya adalah perusahaan terkemuka yaitu New Century Financial Corporation, yang merupakan perusahaan KPR subprimer terbesar kedua di Amerika. Kehancuran dari perusahaan-perusahaan KPR subprimer ini telah mengakibatkan harga pasar saham berbasis Real estate investmen trus senilai 6.5 triliun USD jatuh dan membawa pengaruh meluas terhadap bursa saham Amerika serta ekonomi secara keseluruhan. Kris ini masih berlanjut terus dan telah mendapatkan perhatian serius dari media massa di Amerika serta pembuat undang-undang pada awal tahun 2007.
Hancurnya sektor property Amerika, kini mempengaruhi perekonomian secara luas, karena selama ini industry perumahan menyokong kurang lebih 15% dari keseluruhan ekonomi Amerika. Para pakar ekonomi memperkirakan, efek dari krisis KPR suprimer ini akan memperlambat pertumbuhan ekonomi Amerika sebesar 1 hingga 1.5% , dibandingkan pertumbuhan saat tahun sebelumnya yang mencapai 3.9%.
source : http://newsvote.bbc.co.uk/ & Wikipedia
==============
Happy Trading
==============

Monday, 28 January 2008

Soros Predicts Worst Recession for 50 Years

Amid collapsing stock prices worldwide, the billionaire investor George Soros has told an Austrian daily, the Standard, that the United States is threatened with recession and the world is acing the worst financial crisis in half a century. "The situation is much more serious than any other financial crisis since the end of World War II," Soros was quoted as saying.

He said over the past few years politics had been guided by some basic misunderstandings stemming from something that he called "market fundamentalism" - the belief that financial markets tended to act as a balance. "This is the wrong idea," Soros said. "We really do have a serious financial crisis now."

He added he was surprised how little it was understood that a US recession was also a threat to Europe. European shares duly fell nearly six per cent on Monday, their biggest one-day slide since 9/11.

Meanwhile in Mumbai, some market analysts are suggesting Soros shorted the Indian markets last week. Over 15 years after he shorted the British pound in September 1992 and earned one billion dollars, local market sources say one of Soros's funds may have shorted the Nifty last week.

source : http://www.thefirst post.co.uk

=============
Happy Trading
=============

Monday, 29 October 2007

What's Carry Trade?

Ada beberapa trader yang begitu tidak nyaman dengan istilah Carry Trade. Tapi bagaimanapun harus diakui bahwa Carry Trade memiliki peran besar dalam mempengaruhi pergerakan nilai mata uang sebuah Negara. Jadi .. apakah sebenarnya Carry Trade? Mari kita mencoba mengenalnya.
Carry Trades adalah aksi mengambil keuntungan dari perbedaan tingkat suku bunga antar negara. Dalam aktivitas Carry Trade, seorang investor atau pelaku pasar akan meminjam sejumlah uang di negara bersuku bunga kecil, lalu meminjamkannya ke negara yang bersuku bunga tinggi.
Sebagai contoh, investor meminjam 1,000 yen dari sebuah bank di Jepang yang memiliki suku bunga rendah, dan ditukarkan kedalam mata uang dollar Amerika untuk selanjutnya dibelikan obligasi pada jumlah yang setara, dengan asumsi obligasi itu akan memberikan yield lebih tinggi dari biaya bunga di Jepang.
Carry trade terbukti menguntungkan. Bagaimana keuntungan tersebut diperoleh?
Carry trade membuat mata uang negara berbunga rendah atau negara asal semakin terdepresiasi sebagai akibat dari meningkatnya aksi jual mata uang domestic terhadap mata uang asing milik negara target, serta oleh perginya modal keluar dari negara domestic ke negara dengan yield bunga lebih tinggi.
Hal tersebut memungkinkan investor carry trade mendapatkan keuntungan melalui dua peluang, yaitu pertama, melalui tingkat suku bunga harian yang lebih tinggi di negara target, dan kedua melalui depresiasi mata uang negara asal, yang membuat investor mendapatkan sejumlah uang dalam mata uang negara asal yang lebih besar, dari pada jumlah awal pinjaman mereka.
Jepang adalah negara yang langganan menjadi negara sumber carry trades. Namun hingga kini negara itu belum tertarik untuk menaikkan tingkat suku bunga. Hal ini secara tidak langsung mengindikasikan, bahwa fenomena carry trades tidak selalu merugikan negara sumber, apalagi jika negara sumber adalah eksportir. Depresiasi mata uang dapat memicu tingkat ekspor, dan ekspor yang meningkat akan membuat mata uang domestic menguat dengan sendirinya.

Tuesday, 25 September 2007

Skenario Pemangkasan Rate oleh FED

USD dan obligasi jangka panjangnya melemah, sehingga menyebabkan hampir seluruh mata uang yang berlawanan dengan USD menguat pada minggu lalu. Fed seolah-olah membuat ekonomi terpuruk, perbankan melemah, serta penderitaan inflasi kembali melanda. Namun spertinya keadaan tidak demikian. Fed mengorbankan dollar untuk menyelamatkan dunia perbankan dan sektor kredit. Bulan lalu, FED mengeluarkan pernyataan bahwa ancaman inflasi sama besarnya dengan ancaman melambatnya pertumbuhan ekonomi. Kini, pemangkasan rate menjadi bencana luar biasa ketika DOW mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah, emas membukukan rekor baru tertingginya, dan harga minyak juga melambung.
Fed jelas khawatir sekali akan keadaan ini. Namun melihat dari histori secara teknikal, terlihat jelas FED memangkas suku bunga ketika harga berada di atas, dan beberapa tahun kemudian, ketika market kembali berada di bawah, FED telah berhasil membuat rate menjadi sangat rendah.
Apa yang di yakini Bernanke adalah, FED harus memangkas rate nya sekaligus ketika market secara awal mengindikasikan akan terjadinya bearish, daripada memangkas rate secara berkala dalam 2 tahun. Namun apa yang akan terjadi bila FED memangkas kembali rate nya sebanyak 1 persen atau lebih dalam 3 bulan ke depan dan sektor perumahan masih memburuk? inilah pertanyaan terbesar kami.
Semua itu masih spekulasi, hal yang pasti kita semua ketahui, trend inflasi yang melonjak sedang terbentuk. Fed mungkin saja mencetak lebih banyak uang yang harus di distribusikan untuk suatu tujuan yang kita belum ketahui. Dibalik setiap inflasi, uang bisa saja di cetak lebih banyak. Begitulah hukumnya. Dengan peristiwa ini, tentu saja emas dan perdagangan komoditas berjangka lainnya akan mengalami bullish.
Bagaimanapun juga, ada sekenario besar yang di susun oleh FED di balik pemangkasan rate beberapa waktu yang lalu. Mungkinkah Amerika Serikat Mengalami 4 tahun resesi panjang? kita lihat saja sepak terjang FED kemudian.
==========
@2007 Solo Trading Consultant
==========

Saturday, 22 September 2007

EURO Menyentuh Level Tertinggi

Dollar Amerika anjlok menyentuh level terendah terhadap euro dan menyentuh level terendah pula terhadap Dollar Canada, bahkan terendah dalam 30 tahun terakhir. Setelah berbulan-bulan para investor mengejar titik-titik ini, sekarang pertanyaan yang muncul adalah, sampai level berapa Euro dapat terus menguat?
Dalam perdagangan valuta asing, trend dapat berlangsung lebih lama dari yang di harapkan oleh para investor dan bahkan resiko akan terus bertambah seiring dengan pips yang terus melonjak. Tidak ada yang tahu euro akan menguat sampai di level berapa. Secara Fundamental, kejadian ini telah di prediksikan sebelumnya. Kekhawatiran publik terhadap kondisi ekonomi Amerika yang terus melemah dan kemungkinan FED akan kembali memangkas suku bunga nya adalah faktor yang harus kita perhatikan dalam menentukan entry.
Faktor lain yang dapat kita pertimbangkan adalah, kemungkinan Arab Saudi membatalkan pematokan nilai tetap dari USD dapat menjadi alasan lain melemahnya USD. Meskipun rumor ini telah di bantah oleh pemerintah Arab Saudi, tapi kita dapat melihat, begitu banyaknya spekulasi yang muncul dari melemahnya nilai tukar USD. Semakin anjloknya nilai tukar USD, maka semakin besar pula kemungkinan reversal, bijaksanalah dalam menentukan entry anda. Melemahnya sebuah mata uang tidak hanya dapat membantu meningkatkan jumlah ekspor dan memulihkan kondisi ekonominya, tetapi juga dapat mengurangi tingkat tekanan inflasi. Mana yang akan lebih dahulu membaik? tingkat pertumbuhan ekonomi, atau inflasinya.
Kita tinggal menunggu saja langkah yang akan di ambil oleh presiden ECB, Trichet. Trichet harus lebih berhati-hati dalam mengambil kebijakan, karena setiap kebijakan dapat menimbulkan reaksi dari USD yang sudah sangat melemah. Untuk menghentikan laju EURO hanya diperlukan beberapa perbaikan saja dalam data yang dirilis oleh Amerika Serikat. Namun, hingga saat ini kita masih belum melihat perubahan positip dari USD meskipun Philly Fed Index melonjak cukup tinggi dari indeks yang sebelumnya 0 menjadi 10.9, yang sangat besar melebihi harapan pasar.
Chairman FED, Ben Bernanke hanya berkomentar bahwa pemangkasan rate dilakukan hanya untuk memajukan sektor pasar kredit. Sektor politik juga dapat menjadi pertimbangan lainnya, rumor tentang penyusunan skenario penyerangan terhadap Iran oleh Amerika Serikat dapat memicu pelemahan USD lebih lanjut. Poin penting yang harus kita garis bawahi adalah, jalan untuk menuju penguatan sebuah mata uang adalah melalui melemahnya mata uang yang lain, dan di balik melemahnya sebuah mata uang, terdapat usaha perbaikan ekonomi, begitulah siklusnya.
Kita tunggu saja, akankan EURO menuju level 1.5 pada tahun depan? atau akan kembali ke level 1.17 seperti yang terjadi pada 2005?

==========
@2007 Solo Trading Consultant
==========

Indikator Fundamental Yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Pada Pasar Forex

Ada tiga Indikator fundamental yang berperan sangat penting dalam mempengaruhi pergerakan harga dalam pasar forex, yaitu:

JoC ( Journal of Commerce)
Index JoC mencakup 18 index perindustrian bahan baku (material) yang mensuplai atau mendukung proses dan tahapan awal dari industri manufaktur, pembangunan, dan produksi energi. Index ini lebih sensitif dibanding dengan indeks yg lain, karena indeks ini mengindikasikan perubahan tingkat inflasi yang akan mempengaruhi indeks lainnya.

Neraca Perdagangan (Merchandise Trade Balance)
Merchandise trade balance merupakan salah satu yang terpenting dalam indikator ekonomi. Nilai dari indikator ini dapat memicu perubahan jangka panjang dalam kebijakan moneter dan kebijakan luar negeri. Trade Balance menunjukkan selisih bersih antara ekspor dan impor dalam suatu ekonomi negara tertentu.

Ada 6 kategori data:

1. Food;
2. Raw materials and industrial supplies;
3. Consumer goods;
4. Automobiles;
5. Capital goods;
6. Other merchandise.


Indikator Ketenagakerjaan (Employment Indicators)
Employment Indicator merupakan indikator ekonomi yang mempunyai arti penting dalam beberapa aspek. Tingkat ketenagakerjaan, secara alamiah, dapat menjadi patokan dalam mengukur seberapa sehat kondisi perekonomian sebuah negara. Tingkat pengangguran merupakan indikator lagging. Ciri ciri indikator lagging ini yang sangat penting untuk di ingat, terutama pada saat resesi (ekonomi), adalah ketika investor memfokuskan diri pada kesehatan dan pemulihan kondisi lapangan pekerjaan, ketenagakerjaan menjadi indikator ekonomi yang terakhir untuk di perhatikan. Ketika penurunan kondisi ekonomi yang mengharuskan pemutusan hubungan kerja terjadi, dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk secara psikis membangkitkan kembali kepercayaan diri pada tingkat manajerial, sebelum menambah jumlah pekerja. Pengumuman tingkat ketenagakerjaan secara umum memiliki arti penting dalam pasar finansial, khususnya bagi pasar valas. Dalam pasar valas (forex), data yang disuguhkan akan benar-benar berpengaruh pada saat transisi dari penurunan hingga pemulihan kembali keadaan ekonomi. Hal yang dapat menjelaskan betapa pentingnya indikator ini adalah, ketika suatu ekonomi berada pada kondisi yang ekstrim, indikator ini menunjukkan tingkat kemapanan dalam dunia usaha. Penurunan tingkat pengangguran mencerminkan sebuah kemapanan dunia usaha, dan begitu pun sebaliknya.

==========
@2007 Solo Trading Consultant
==========