Cuman Banci yang pasang Stop Loss!!

Ada lagi yang mengatakan Stop Loss bikin bangkrut, karena tersentuh lebih dahulu sebelum menyentuh TP. Yang lebih hebat lagi adalah ungkapan ‘Marginku adalah Stop Loss ku’. .

Trading is so Simple...

Tulisan ini saya tujukan terutama bagi para pemula atau siapapun anda yang berpikir bahwa trading itu begitu rumit. Apa yang membuat anda memiliki pemikiran seperti itu?

Trade the News

Dengan memahami bagaimana memanfaatkan hal ini, anda dapat meningkatkan kemungkinan mendapatkan profit.

Kenali Resiko Anda

Kadang kala, seseorang berkonsentrasi pada seberapa banyak yang akan dihasilkan, dan tidak terlalu percaya bahwa situasi dapat saja berubah menjadi loss. .

" Trading for Living " mampukah anda?

Dengan kata lain, anda "harus" menghasilkan cukup profit yang terkadang pada kenyataanya, profit yang dihasilkan tidak pernah cukup. Mengapa? .

Showing posts with label Money Management. Show all posts
Showing posts with label Money Management. Show all posts

Wednesday, 12 March 2008

Jadi … Apakah Drawdown?

Seringkali ada trader yang berharap mendapat keuntungan besar dalam satu kali transaksi dan memilih mempertaruhkan sejumlah besar modal dalam transaksi tersebut. Namun yang terjadi, mereka kehilangan seluruh modal dan menjadi bangkrut.
Tanpa pengaturan keuangan yang benar, Anda tidak jauh beda dengan seorang penjudi. Bisnis trading tanpa perlindungan pengaturan keuangan yang benar tidak akan berhasil dalam jangka panjang. Salah satu istilah yang akan sedikit kita kenal dalam pengaturan keuangan atau Money Manajemen adalah Drawdown.
Sebagai contoh, Anda memiliki account $ 100.000 dan rugi $ 50.000, maka presentase kerugian Anda adalah 50%. Sederhana bukan?
Selanjutnya, untuk mengembalikan modal Anda menjadi $ 100.000, berapa persen beban yang harus Anda tanggung? Apakah 50%? Ternyata yang benar adalah 100%. Kerugian itulah yang disebut drawdown. Jika Anda kehilangan 25% dari modal, maka dikatakan Anda mengalami 25% drawdown.
Semakin besar drawdown, maka akan semakin besar (jauh lebih besar) beban untuk memulihkannya. Besarnya beban untuk memulihkan modal terjadi karena faktor menciutnya modal dan presentase profit.
Apabila Anda memiliki sistem yang bisa menghasilkan 70% keuntungan, bukan berarti bila setelah bertransaksi 10 kali Anda akan profit 7 kali dan rugi 3 kali. Sistem Anda bisa saja menggunakan rasio 1:3, artinya 1 kali profit sama nilainya dengan 3 kali loss. Dengan demikian, ketika Anda loss pada separuh transaksi yang ada, Anda tetap bisa mendapatkan profit lebih dari 70%.
Bagaimana anda mengetahui bahwa dalam 10 transaksi, 7 transaksi pertama akan menguntungkan dan baru 3 transaksi berikutnya akan rugi. Bagaimana kalau rugi 3 kali dahulu baru sisanya yang untung bagaimana jika dari 100 transaksi dan 30 transaksi pertama anda rugi. Mampukah modal anda bertahan untuk menghasilkan keuntungan pada transaksi lainnya?
Di situ pentingnya money management, yaitu agar anda dapat terus bertransaksi dan menghasilkan keuntungan.
Mungkin ada diantara Anda berpikir, “Tidak mungkin Saya mengalami loss 30 kali berturut-turut!” Kenapa tidak? Atau tidak perlu 30 kali, 10 kali loss berturut turut mungkin sudah membuat Anda berpikir ulang dengan sistem trading yang Anda gunakan.
Lantas bagaimana solusinya? Solusinya ada beberapa cara:
Solusi 1 : Memperbesar modal
Dengan memperbesar modal maka Anda memiliki buffer yang lebih besar untuk menahan loss.
Solusi 2: Memperkecil loss per transaksi
Ini solusi paling sederhana dan rasanya lebih dapat diterima. Sebagai contoh, apabila tadinya Anda meresikokan 10% dana untuk bertransaksi yaitu untuk menentukan besarnya Stop Loss, maka Anda perlu mengurangi, menjadi misalnya 5%.
Solusi 3 : Risk to Reward Ratio
Risk to reward ratio merupakan perbandingan antara resiko yang Anda ambil dengan keuntungan yang diperoleh setiap kali membuka posisi. Ini seperti yang saya contohkan di atas, yaitu dengan ratio 3:1 misalnya. Sehingga 3 kali loss, dapat ditutup dengan 1 kali profit.
Para trader pemula seringkali hanya menentukan target profit namun sama sekali tidak menggunakan Stop Loss. Alasannya: kalau menggunakan Stop Loss, lebih sering Stop Loss-nya yang tersentuh sehingga sering rugi.
Ini merupakan gejala klasik yang terjadi hampir di seluruh trader pemula. Sebenarnya sah-sah saja untuk bertrading dengan cara demikian. Namun dari sisi risk to reward ratio, hal ini benar-benar membahayakan, karena batasan resiko itu sendiri adalah Margin Call.
Sources : forum.bemastertrader.com/ & www.belajarforex.com
==============
Happy Trading
==============

Saturday, 8 March 2008

Mengantisipasi Drawdown

Kesempatan kali ini kami akan membahas tentang bagaimana bertahan dalam kondisi market dimana sebuah sistem trading menghadapi kemungkinan menelan drawdown terbesar yang pernah diharapkan. Hanya bisa diantisipasi dengan 3 kata, kurangilah lot anda.

Selama 2 bulan terakhir ini, mata uang bergerak dalam range yang sangat tinggi, yang mana belum pernah kita lihat lagi sejak peristiwa 11 September (9/11). Berdasarkan backtest, sejatinya kita mengalami drawdown terbesar selama dalam kurun waktu hampir 4 tahun ini...namun pada kenyataanya, kita bahkan tidak mengalaminya, karena periode profit telah kita capai melebihi dari jumlah loss yang tidak biasa selama kurun waktu ini.

Secara umum, ada 2 cara yang dapat kita persiapkan untuk mengantisipasi resiko ini. Pertama, mengatur target kita di atas hasil backtest yang telah di lakukan sejauh drawdown yang mungkin timbul. Drawdown terbesar dalam backtest kita jangan sampai melebihi 10% dari modal awal yang dianjurkan. Berapakah yang harus kita persiapkan? 30%. Mengapa? Karena kita hanya memiliki data yang solid selama 4 tahun, kita tidak memiliki data market dengan volatilitas sangat tinggi yang setara dengan kondisi pada 2001. Menyadari bahwa volatilitas yang bertambah juga dapat mempengaruhi bertambahnya resiko, maka drawdown yang harus kita antisipasi pun harus ditambah.

Cara yang kedua, membuat sebuah rencana (trading plan) yang dapat mengurangi ukuran lot trade berdasarkan level drawdown. Misalnya, bila drawdown menyentuh nilai 5%, kita harus mengurangi ukuran lot hingga 80% dari nilai entry kita diawal trading. Bila nilai drawdown menyentuh 10%, kita harus mengurangi ukuran lot sebesar 20% lagi. Kita akan melakukan hal yang sama, tiap kali drawdown bertambah 5%. Maka, jika drawdown menyentuh nilai 25%, kita hanya akan trading sebesar 1/3 dari nilai lot ketika pertama kali kita entry sebelum drawdown terjadi.

Dengan kata lain, jika kita terkena 30% drawdown, dengan tanpa sama sekali mengurangi ukuran lot, maka 30% itu setara dengan 60% drawdown atau 6 kali lebih besar dari drawdown maksimal yang diderita selama backtest.

Dengan rencana seperti ini, kita menempatkan diri untuk dapat mengambil keuntungan dari tiap kesempatan, bertahan dari volatilitas yang sangat tinggi, dengan tetap membatasi resiko dari akun kita sebesar 30% (skenario terburuk).

Banyak trader mengawali trading dengan nilai lot sebesar mungkin, lalu terkena drawdown yang tinggi yang mengakibatkan kepanikan, dan pada akhirnya berhenti trading dalam waktu 3 bulan sejak pertama kali memulai. "No plan, and no back up plan". Sama sekali mengacuhkan bahwa resiko itu sebenarnya ada . . .Inilah yang kita sebut sebagai merencanakan kegagalan, sebab tanpa rencana (plan) yang matang, sama saja kita merencanakan kegagalan.

Bila anda ingin tetap bertahan dalam bisnis ini, apapun sistem yang anda miliki, cobalah untuk mengatur jumlah lot anda ketika sistem tersebut mengalami drawdown.

Namun, ada juga yang berpendapat, bahwa bila sebuah sistem mengalami drawdown, seharusnya bukan mengurangi nilai lot, namun sebaliknya, tambah nilai lot anda untuk entry. Pada kesempatan yang akan datang, kami coba untuk membahasnya.

Mulai dari sekarang, rencanakanlah diri anda untuk survive!



================
Happy Trading!!!
================

Tuesday, 4 March 2008

Kenali Resiko Anda

Melanjutkan tulisan saya beberapa waktu lalu, tentang bagaimana mempersiapkan diri dan bertahan hidup dalam kondisi market yang "gila" dari waktu ke waktu, adalah penting bagi anda untuk memahami hal-hal apa saja yang anda lakukan dalam aktifitas trading.

"Trader A melihat adanya potensi untuk mendapat profit, di dukung oleh data statisik yang tepat, si A kemudian memutuskan untuk entry, dan berpikir bahwa resiko tidak mungkin terjadi"

Kadang kala, seseorang berkonsentrasi pada seberapa banyak yang akan dihasilkan, dan tidak terlalu percaya bahwa situasi dapat saja berubah menjadi loss. Dan bila loss, ia mempercayai bahwa itu bukan disebabkan oleh resiko, tetapi lebih disebabkan karena sistem/metode yang dianutnya kurang tepat. Untuk beberapa kondisi, hal ini mungkin saja benar. Dan sering kali, inilah yang di percayai oleh sebagian besar trader. Salah satu masalah terbesar yang saya cermati adalah overtrading, seperti apa yg telah saya tulis beberapa waktu lalu. Anda meresikokan lebih dari yang seharusnya, karena anda tidak yakin bahwa anda mungkin saja mengalami loss.

Hal lain yangg tidak kalah penting adalah, trader terlalu dini berhenti dari trading. Saya tidak ingat lagi sudah berapa banyak trader yang saya kenal berhenti dari "bisnis ini" dalam 3 bulan sejak pertama kali mereka memulai karena mengalami drawdown yang besar. Bahkan, ada beberapa yang berhenti bukan karena mengalami drawdown yangg cukup besar, tetapi mereka tidak berhasil mendapatkan profit yang dapat dinikmati dan tergoda hal lain yang lebih menggiurkan daripada trading. Hal inilah yang mengawali sebuah siklus tanpa henti selama bertahun-tahun, simbol dari rangkaian resiko dalam aktifitas trading.

Berikut adalah tanda-tanda yang mendasari akar permasalahan ini. Dengan memahami beberapa hal ini, semoga dapat membantu anda mencapai tujuan dari trading. Pahami 3 hal berikut ini beserta tiap-tiap resiko trading yang akan anda alami:

1. Mengerti bahwa resiko itu ada
2. Mengerti apa saja resiko yang ada
3. Mengerti kondisi market seperti apa yang memicu resiko-resiko tersebut akan muncul.


Hal yang pertama, paradigma. Ubah paradigma anda. Anda tidak mungkin menghindari resiko, apapun hasil dari "backtest" yang telah anda lakukan, tetap saja tidak bisa menghindarkan anda dari resiko. Bagaimanapun, resiko itu tetap ada.

Hal yang kedua, memahami bahwa drawdown terbesar yang dihasilkan mungkin saja merupakan harapan terkecil (minimal) dan bersiaplah untuk mengalami drawdown tersebut dua kali lipat.

Hal yang ketiga, dimana sekitar 90% lebih trader melupakan hal ini. Sejatinya, sistem tidak selalu berhasil di segala kondisi market. Ada beberapa tipe kondisi market yang berhasil bagi suatu sistem, namun tidak berlaku bagi sistem lainnya. Bila kondisi market sedang menguntungkan, namun sebuah sistem yang seharusnya dapat mengambil keuntungan tersebut gagal untuk menjalankan fungsinya, maka di saat itulah anda berhak menilai bahwa sistem tersebut bukanlah sistem yang bagus.

Kesempatan yang akan datang, saya akan menulis tentang bagaimana memanage resiko dengan mengutak atik angka drawdown.

==========
Happy Trading
==========

Thursday, 24 January 2008

Target Trading Forex Yang Realistis

Dalam melakukan aktivitas trading, seringkali kita dibingungkan dengan masalah menentukan target. Kadang kita berpikir, apakah target yang saya tetapkan merupakan target yang realistis. Dari artikel yang bersumber di situs www.niagatradingsignal.com dan kami ambil dari sebuah e-book Indovestasi edisi Juli 2007, kita akan mencoba mencermati beberapa hal yang berhubungan dengan target.
Tidak salah jika kita menetapkan target yang rendah. Bahkan dengan target 10 pip sehari akan membuat Anda mendapat 50 pip dalam seminggu. Anda akan menyadari bahwa menghasilkan 50 pip seminggu merupakan return yang luar biasa.
Pada dasarnya belajar untuk menghasilkan return yang kecil dan meminimalkan loss akan memberi rasa percaya diri dalam trading. Apalagi jika Anda tidak memiliki lebih banyak uang, maka sebaiknya kurangi posisi trading Anda.
Beberapa pertanyaan yang dapat Anda tanyakan pada diri Anda sendiri adalah :
1. Apakah sasaran saya masuk akal?
Jika Anda masih baru dalam trading, memikirkan menghasilkan lebih dari 200 pip seminggu adalah seperti anjing menyebut dirinya singa. Kalaupun target tercapai, itu hanyalah suatu kebetulan. Harus diakui, bahwa kadang lebih mudah untuk lose pip daripada mendapatkannya. Jadi buatlah target trading yang rasional berdasarkan modal dan pengalaman Anda.
2. Apakah saya sudah ketinggalan pergerakan?
Seringkali trader masuk ke pasar yang sudah bergerak dan berusaha mendapatkan profit dari pergerakan yang sudah selesai. Normalnya setelah pasangan mata uang bergerak 100 pip dalam sehari maka lebih bijaksana jika kita menunggu retracemet. Jarang sekali pasangan mata uang bergerak lebih jauh, dan dengan masuk pasar pada kondisi tersebut, berarti kita menambah risiko.
3. Apakah saya mencari pip yang terlalu banyak dalam trading?
Kita terkadang mendapati situasi dimana pasar bergerak 70 pip sesuai dengan arah yang kita prediksi tapi kita menuntut lebih dan tetap trading. Namun akhirnya kita terkena stop loss. Untuk menetapkan target, putuskan berapa pip yang Anda inginkan dalam waktu yang jelas, misalnya sebulan, seminggu, atau sehari. Kita tidak perlu melihat transaksi yang menguntungkan berubah menjadi loss dikarenakan keserakahan, dengan tidak segera mengambil profit yang sudah tersedia.
4. Apakah saya meresikokan terlalu banyak?
Tetaplah pada risiko yang masuk akal. Merisikokan terlalu banyak karena Anda terlalu yakin hanya akan membuat Anda sengsara, dan tidak dapat membuat keputusan dengan tepat ketika pasar bergerak berlawan arah dengan prediksi kita.
5. Apakah saya sudah realistis?
Inilah pertanyaan terberat dan harus benar-benar kita pikirkan. Menjadi realistis bukanlah isu dalam forex saja tapi juga merupakan isu dalam hidup. Sama seperti Anda membeli rumah yang sebenarnya tidak kuat Anda beli atau tidak mampu terbayar cicilan kreditnya. Jika Anda tidak realistis dalam trading forex maka trading hanya akan membuat masalah bagi Anda.
Teruslah belajar dan mengerti bahwa bisnis forex ini sama kerasnya dengan bisnis lainnya, tapi dapat memberi hasil yang sangat baik jika dilakukan dengan benar.
==================
Happy Trading
=================

Thursday, 17 January 2008

Menempatkan Stop Loss Dengan Lebih Baik

Dalam artikel terdahulu, kita telah membahas mengenai STOP HUNTER. Masih dari sumber yang sama, kini kita akan mencoba menyiasati Stop Hunter dengan penempatan Stop Loss secara bijaksana. Pentingnya pemakaian stop loss sebenarnya tidak perlu diragukan lagi. Akan tetapi, ada beberapa trader yang mengklaim tidak pernah menggunakan stop loss. Salah satu alasannya adalah karena harga sering lebih dulu menyentuh Stop Loss, sebelum akhirnya bergerak ke arah yang diinginkan, bahkan menyentuh target.
Ada dua alasan untuk menjelaskan fenomena itu. Yang pertama adalah penempatan stop loss terlalu dekat. Ini menyebabkan “random noise” dari pergerakan harga yang memicu stop loss. Kemungkinan lain adalah broker atau pemain pasar yang lebih besar, bekerja sebagai “stop hunter”.
Lantas, di mana seharusnya stop loss ditempatkan?
Setiap trader akan mempunyai metode yang berbeda-beda dalam menempatkan stop loss, tetapi pada umumnya sebagian besar mereka berpendapat bahwa stop loss seharusnya ditempatkan di mana stop hanya akan terkena jika Anda yakin salah memperkirakan arah pasar. Kebanyakan trader hanya melihat high/low terdekat atau garis support/resistance dan menempatkan stop loss pada sisi yang berlawanan. Bagaimanapun, harga sering menghasilkan false breakout, jadi jika hanya titik support/resistance ini ditembus bukan berarti harga akan bergerak sesuai dengan arah tersebut.
Jadi bagaimana Anda menempatkan stop loss pada tempat di mana harga jelas-jelas akan berlawanan arah dengan Anda? 
Lakukanlah dengan Anda berpura-pura Anda akan menempatkan transaksi pada arah sebaliknya. Bagaimana pergerakan harga atau signal indikator apa yang menunjukkan bahwa harga akan bergerak pada arah tersebut? Apa yang Anda butuhkan untuk konfirmasi? Sebagai contoh, misalnya transaksi Anda sebenarnya akan mengambil posisi long USD/JPY pada 118.40. Sebelumnya ada double bottom sekitar 118.10 dan kebanyakan trader akan menempatkan stop loss sedikit di bawah titik tersebut. Akan tetapi Anda berpikir dahulu akan short USD/JPY. Anda seharusnya berpikir, “Jika harga menembus double bottom maka ini akan menarik perhatian, tapi ini tidak cukup. Harga mungkin akan retrace terlebih dahulu dan menghasilkan lower high dan kemudian bergerak ke bawah melewati konsolidasi area pada 117.90 dan ini meyakinkan saya akan downtrend.”
Sekarang Anda telah mendapatkan tempat di mana harga secara pasti bergerak berlawanan arah dengan Anda yang mengambil posisi long. Jadi tempatkan stop di tempat tersebut, sehingga kemungkinan terkena stop loss akan kecil. Tentu saja Anda tidak harus menggunakan chart pattern untuk melakukannya. Anda dapat menggunakan indikator yang biasa Anda pergunakan. Misalnya jika Anda lebih suka menggunakan moving average. Anda memutuskan jika MA 10 bersilangan ke bawah dengan MA 50 maka akan mengindikasikan downtrend. Ketika Anda mengamati chart, Anda melihat bahwa persilangan tersebut tidak akan terjadi sampai harga mencapai sekitar 117.75, jadi titik ini adalah tempat yang baik untuk menempatkan stop. Anda dapat menggunakan level retracement fibonacci, bollinger band, atau alat-alat lainnya dengan proses yang mirip.
Kuncinya adalah menempatkan stop loss di mana Anda sepenuhnya yakin bahwa harga akan bergerak berlawan arah dengan transaksi Anda. Jangan tempatkan stop loss di mana sekiranya banyak orang lainnya akan menempatkan stop loss.
Jangan melawan Stop Hunter! Melainkan bergabunglah bersama mereka! 
Salah satu alasan utama Anda tidak ingin menempatkan stop pada tempat-tempat yang jelas seperti di sekitar peak/valley terdekat atau pada angka bulat adalah stop hunter seringkali memicu stop pada tempat tersebut. Kuncinya adalah kita harus sabar menunggu untuk entry yang lebih baik.
Ada juga variasi dari taktik ini. Jika Anda tidak yakin stop hunter akan mendorong harga (atau bahkan jika Anda tidak yakin stop hunter itu benar-benar ada), Anda dapat memasukkan sebagian transaksi pada harga saat ini, dan menempatkan order lain pada entry yang lebih rendah/tinggi. Sehingga, jika stop hunter tidak mengakomodasi rencana pintar Anda yaitu mengambil keuntungan dari mereka, Anda masih memiliki transaksi dengan jumlah yang lebih kecil. Ini juga sebagai kompensasi untuk kenyataan bahwa stop loss Anda diletakkan lebih jauh lagi.
=================
Happy Trading
=================

Monday, 3 December 2007

The Truth About Stop Hunting

Ada fenomena menarik dalam aktifitas trading valas, yaitu "Stop Hunting" . Kami akan menyuguhkan artikel yang sangat menarik ini kepada anda. Artikel ini kami ambil dari sebuah e-book Indovestasi edisi Juli 2007 yang di terjemahkan dari sebuah tulisan oleh Scott Percivall dalam website ber-bahasa Inggris yang beralamat di www.market-geeks.com.

Stop Hunting : Apakah Itu ?

Anda mungkin pernah mendengarnya di berbagai forum trading. Mungkin itu pernah beberapa kali terjadi pada Anda. Itu cukup membuat kepala Anda meledak. Apakah itu? Itu disebut Stop Hunting. Ini situasi trading yang umum terjadi. Anda meyakini USD/JPY akan naik. Anda memasukkan posisi long pada 123.40 dan Anda menempatkan stop loss pada 123.05, sedikit di bawah double bottom. Anda menetapkan target awal 124.50, memberi Anda lebih dari rasio reward to risk 3:1. Sayangnya, USD/JPY bergerak ke bawah dan melebihi support. Anda terkena stop dan keluar. Anda sungguh‐sungguh senang bahwa Anda telah menempatkan stop loss! Siapa yang tahu berapa jauh USD/JPY dapat turun ketika sudah menembus support, bukan? Salah. Tebak apa yang terjadi kemudian. Anda mendapatkannya... setelah mengenai stop loss Anda, harga berbalik arah, seperti prediksi awal Anda. Anda hanya dapat melihat saja USD/JPY bergerak melewati 124.00, kemudian 125.00, dan tidak pernah kembali. Anda mulai berpikir, “Jika saya menetapkan stop loss sedikit lebih bawah, betapa akan beruntung!”. Akan tetapi, apakah ini hanya masalah kurang beruntung saja?

Mari saya hubungkan dengan salah satu pengalaman saya. Berdasarkan statistik, saya short AUD/USD pada 0.7530 dan menempatkan stop pada 0.7570 yaitu di atas top. Saya memprediksi harga untuk turun ke bawah 0.7300 pada beberapa minggu kemudian. Dalam sehari, AUD/USD membuat spike ke atas dan mengambil stop saya dan kemudian turun ke area konsolidasi pada sekitar 0.7540. Sekarang, karena spike terakhir, terdapat dua high sekitar 0.7570. Tanpa terpengaruh dengan kerugian saya sebelumnya, saya memasukkan posisi short pada 0.7530, dan kali ini saya meletakkan stop pada 0.7580, sedikit di atas spike terakhir. Setelah semua yang terjadi ini, berapa besar kemungkinan harga akan menembus resistance tersebut? Seperti sebelumnya, hal yang sama terjadi! Harga membuat spike ke atas dan mengenai stop saya lagi, mebuat saya keluar untuk yang kedua kalinya. Dan yang lebih membuat frustasi, segera sesudah saya terkena stop, harga turun kembali sesuai dengan arah yang saya prediksi semula?

Salah satu karakter Ian Fleming, Goldfinger, pernah berkata, “Once is happenstance, twice is coincidence, three times is enemy action”. Bagaimanapun, saya sebenarnya tidak terlalu paranoid untuk berpikir bahwa seseorang secara khusus mengambil stop saya. Pertamatama, transaksi saya sangatlah kecil sehingga tidak ada seorang pun yang mau bersusah‐susah mengambil stop saya, yang kedua saya melakukan transaksi ini di demo account. Akan tetapi saya berani bertaruh bahwa bukan hanya saya yang meletakkan stop sedikit di atas high sebelumnya. Mungkin ada cukup banyak orang yang menempatkan stop di situ, dan kelihatannya seseorang berusaha mengambil stop. Seeorang inilah yang disebut stop hunter.
Jadi, apakah stop hunter dan bagaimana mereka mengambil stop order? Stop hunter adalah pemain pasar yang berusaha memicu stop order dari para trader lain untuk kepentingan mereka sendiri. Mereka pada umumnya memiliki kemampuan untuk menggerakan pasar sedikit dalam jangka pendek. Stop hunter mungkin saja broker forex yang trading berkompetisi dengan customernya atau pemain besar di pasar, seperti bank atau hedge fund.

Stop hunter beroperasi paling baik di lingkungan di mana kebanyakan trader mempercayai bahwa pasar akan bergerak dalam arah tertentu. Ketika para trader mengambil posisi, mereka yang tidak berpengalaman (seperti saya pada transaksi di atas), akan menempatkan stop loss pada tempat yang jelas. Stop hunter tahu di mana para amatir kemungkinan akan menempatkan stop, jadi mereka berusaha menggerakkan pasar sehingga cukup untuk memicu stop loss. Ini memungkinkan stop hunter memasuki pasar pada harga yang baik sebelum pasar mulai bergerak pada arah yang diperkirakan oleh semua orang.

Sebagai contoh, pada transaksi di atas, ada banyak indikasi bahwa pasar akan bergerak ke bawah. Stop hunter mengetahui bahwa banyak trader akan mengambil posisi short, dan kemungkinan menempatkan buy‐stop pada area 0.7570. Jadi mengapa para stop hunter yang cerdik ini mengambil posisi short pada 0.7530 ketika begitu banyak amatir yang bersedia membeli pada 0.7570? Jadi mereka terus berusaha mendorong harga naik ke 0.7570, dan ketika saya terkena stop loss, tebak dari siapa saya membelinya? Tepat sekali... Stop hunterlah yang menjual kepada saya harga yang bagus (untuk mereka). Sekarang saya keluar dari pasar, dan mereka mengambil posisi short saya 40 pips di atas tempat di mana saya masuk. Kemudian, ketika pasar terus turun seperti yang saya prediksikan semula, stop hunter tersenyum atas apa yang diperolehnya, sedangkan saya cuma bisa melihat saja.

Perhatikan bahwa situasi di mana semua orang memperkirakan pasar akan bergerak ke atas malah akan berlaku di arah sebaliknya. Para amatir akan menempatkan sell‐stop order pada titik yang jelas di bawah pasar, dan para stop hunter akan akan mendorong pasar turun sehingga memicu sell‐stop order. Para amatir dalam kepanikan akan menjual posisi long mereka, sementara para stop hunter membeli dari mereka pada harga yang bagus atas ekspetasi bahwa pasar akan naik.


Tipe stop hunting yang telah saya jelaskan menunjukkan situasi di mana kebanyakan para peserta pasar mengharapkan harga bergerak dalam arah tertentu. Pada situasi ni, baik stop hunter yang cerdik ataupun para amatir mempunyai pendapat yang sama tentang pasar; mereka tidak saling bertarung satu sama lain dalam kontes bulls melawan bears. Para stop hunter ini hanya berusaha mengambil posisi para amatir.

Ada juga situasi di mana para stop hunter berusaha menggerakan pasar ke arah stop dengan harapan akan memicu stop dan akan mendorong pasar lebih jauh lagi pada arah yang sama, ini kemudian memicu stop yang lebih banyak lagi, demikian selanjutnya seperti efek bola salju. Inilah bagaimana beberapa kepanikan atau rally jangka pendek dibuat. Pada kasus ini, stop hunter mengambil posisi berlawanan arah dengan para amatir, dan berusaha memicu stop untuk membuat para amatir panik sehingga pasar tetap bergerak pada arah yang diharapkan para stop hunter. Menurut saya taktik seperti ini lebih lazim di pasar dengan tingkat likuiditas lebih kecil seperti saham dan futures.

‐ Scott Percival ‐



=========
@2007 Solo Trading Consultant
=========

Tuesday, 30 October 2007

Ngapain pake Stop Loss? Banci !!!

Mungkin anda pernah mendengar kalimat seperti itu. Atau barangkali anda sendiri yang pernah mengucapkan kalimat itu . Ada lagi yang mengatakan Stop Loss bikin bangkrut, karena tersentuh lebih dahulu sebelum menyentuh TP. Yang lebih hebat lagi adalah ungkapan ‘Marginku adalah Stop Loss ku’. Tapi jujur saja, sudah berkali-kali akun saya terselamatkan oleh Stop Loss.
Mungkin saja anda memiliki margin yang demikian kuat sehingga mampu menahan floating minus hingga ratusan pips, dan anda memegang prinsip bahwa harga pasti akan berbalik untuk menyentuh TP. Pemikiran itu ada benarnya. Anda memang mampu menghindari margin call dan posisi dana akan tetap aman. Tapi berapa lama masa penantian itu akan berlangsung? Seminggu? Dua minggu? Atau bahkan sebulan? Lebih?!
Dalam jangka waktu itu, berapa puluh kesempatan OP terlewatkan? Berapa ratus pips yang berseliweran di depan anda, tanpa mampu untuk diraih, karena saat semua kesempatan itu lewat, anda masih menyimpan floating minus.
Mengapa tidak berpikir bahwa Stop Loss dipasang bukan untuk disentuh? Pasti ada strategi yang memungkinkan hal itu.
Pertama tentukan angka yang rasional untuk dipasang pada Stop Loss, misalnya 35 – 40 point untuk pair GBP/USD. Angka tersebut dapat dikatakan sebagai representasi kemampuan anda menerima kekalahan. Perlu selalu diingat, bahwa pasti ada kemungkinan loss setiap kali trader memasuki market.
Setelah menentukan angka tersebut dan kesadaran akan adanya kemungkinan loss, usahakan untuk memasang Stop Loss pada posisi yang terlindungi. Misal di bawah Support untuk Long Position atau di atas Resistance untuk Short Position. Terakhir tetaplah tenang ketika harga bergerak mendekati Stop Loss. Jangan mencoba memperbesar Stop Loss, karena ketika tersentuh juga, semakin besar kerugian yang anda derita. Ingatlah selalu, seorang trader sukses tidak hanya siap menerima kemenangan tapi juga siap menerima kekalahan.
Untuk satu kali kekalahan, masih ada puluhan kesempatan menang. Tapi jika setiap kali OP, Stop Loss yang tersentuh, pasti ada yang salah dengan system anda.
===============
HAPPY TRADING !!
===============

Sunday, 9 September 2007

Margin Call

Margin Call!!!

Dua kata inilah yang di takuti hampir oleh seluruh trader. Kenyataanya fakta ini terjadi kepada banyak sekali trader lebih dari yang anda bayangkan, bahkan saat mereka baru saja memulai trading. Tidak ada perasaan yang lebih buruk daripada menyadari kalau posisi anda baru saja ditutup dan akun anda hilang tak berbekas. Sebenarnya, bagian terburuk dari margin call bukan terletak pada hilangnya duit anda, tapi pada kenyataan bahwa trading anda tidak cukup baik sehingga harapan-harapan dan mimpi anda tidak dapat tercapai.

Kami akan memberikan tiga tips sederhana di bawah ini, semoga anda tidak akan pernah lagi merasakan penderitaan "margin call".
1. Jangan pernah trade lebih dari leverage 5:1. Untuk tiap $1000 dalam akun trading anda, gunakan hanya $5000 dalam ukuran kontrak lot ( Kalikan akun anda dengan angka 5 untuk mendapatkan ukuran kontrak lot)
2. Jangan pernah meresikokan lebih dari 50 pips dalam sekali trade. Hal ini akan menjaga resiko anda tetap di level 2.5% dari total modal anda, bahkan kurang. Bila anda merasa perlu untuk memperbesar stop loss, kurangilah leverage anda.
3. Selalu targetkan profit anda sebesar 2 kali dari stop loss anda. Bila stop loss anda adalah 30 pips, targetkan profit anda sebesar 60 point, dan begitu seterusnya. Hal ini berarti, anda bisa saja mengalami loss sebesar 67% dari seluruh trading yang anda lakukan, namun anda tidak kehilangan modal di dalam akun anda.

Bila anda secara SERIUS mengaplikasikan tiga aturan sederhana diatas, harusnya anda tidak akan merasa ketakutan akan "Margin Call". Pastikan anda TIDAK melanggar aturan tersebut. Aturan ini juga dapat membantu mental dan psikis anda dalam kondisi yang baik, sehingga segala aktifitas trading anda dapat berjalan dengan rasional dalam mencapai "Trading For Living".

==========
@2007 Solo Trading Consultant
==========